Artikel, Tausyiah

Berlomba Dalam Kebaikan di Bulan Muharram

Pergantian hari demi hari, terasa begitu cepat. Muharram telah menyapa kita kembali dan tentunya usia berkurang dengan seiringnya satu persatu rambut memutih tanda kita memasuki usia ahli kubur.

Berapa lama kita di dunia yang fana ini, tidak ada yang tahu. Oleh karenanya, dari sekarang kita harus mempersiapkan bekal dan tidak menyia- yiakan waktu karena dia tidak akan kembali.

Apakah kita masih terlena dan lupa tujuan kita di ciptakan?

Apakah waktu yang Allah berikan ini masih bisa menjadikan pribadi ini menjadi lebih baik?

Semoga dengan kita bertafakkur, ada keinginan untuk berubah lebih baik dan Allah mudahkan kita dalam estafet kebaikan.

“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu” (51:56)

Terkadang dengan rutinitas keseharian, kita lupa dengan tujuan bahwa dunia adalah sarana kita untuk mengumpulkan bekal. Bekal kita kelak untuk mendapatkan cinta dan ridhaNya.

“…sebaik baik bekal adalah taqwa “( 2:193)

Siapapun pastinya ingin cukup dalam membawa bekal dalam kembali keridhanNya tapi apakah diri ini mampu mengumpulkannya? Oleh karenanya kita butuh teman dan lingkungan yang dapat mengingatkan dengan kesabaran dan kasih sayang.

Waktu yang Allah berikan kepada kita merupakan cermin kehidupan kita, oleh karenanya kita harus  mempunyai  tujuan dalam meraih cita-cita besar, dengan target akhirnya kita dapat ridha dan SurgaNya. Dengan “resolusi” Muharram , semoga kita lebih bersemangat dan tahu apa tujuan kita melakukannya dengan target target jangka pendek, menengah dan panjang. Dengan target itu bisa membantu kita untuk disiplin dan terus semangat dalam kebaikan.

Waktu adalah kehidupan kita sendiri. Jadi jangan sia-siakan di waktu umur sisa ini, kadang diri ini masih lalai, ampuni ya Rabb. Robbighfir warham wa anta khoyrurroohimiin..aamiin ya Rabb.

Tahun baru biasanya berkaitan dengan resolusi dimana berharap agar ibadah bisa dilakukan sesering mungkin agar semakin baik dan istiqomah insyaAllah.

Ada tiga point dalam berpacu dalam amal kebaikan

1. Dengarkan suara hati dengan jujur, jangan melegalkan hawa nafsu untuk pembenaran, misalnya ketika tidak bangun tahajud membenarkan “wajar karena saya bergadang menyelesaikan tugas akhir atau lelah ”

2. Sering-seringlah berkumpul dengan orang- orang shalih. Oleh karenanya rajinlah datang ke majelis ilmu dengan satu guru yang bisa membimbing kita atau ikut kajian online sebagai pengingat dan penyemangat.

3. Upayakan muhasabah dan evaluasi diri, apakah tercapai target tahajud pekan ini atau tilawahnya, “kholas” kan tiap hari 1 juz(sesuai targetnya )

Momentum Muharram ini bisa kita jadikan arena “fastabiqul khairat” apalagi di masa pandemi ini, kita semua butuh ampunan dan rahmat Nya agar wabah dan musibah ini segera diangkat Allah dari muka bumi.

“…Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat baik “(Al-A’raf:56)

Semoga dengan sujud-sujud kita, puasa, sedekah, tilawah hatta amalan kecilpun dalam memberikan bantuan ke tetangga bisa meghapus dosa-dosa kita dan terkabulnya doa-doa kita untuk kebaikkan keluarga dan bangsa.

“Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Rabbmu…”(Al-hadid : 21)

Dengan berlomba dalam kebaikkan, menjadikan pribadi yang istiqomah dan semangat untuk berbuat lebih dari orang-orang sekitar kita dalam menjalaninya. Sebagaimana bagaimana  para sahabat, terus berupaya agar mendapatkan  beberapa  keuntungan, salah satunya adalah  cinta Nya.

Dalam surah Al-Imran : 134

“Wallahu yuhibbul muhsiniin” (dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan).

Perlombaan sejatinya adalah untuk meraih kemenangan untuk kembali kepadaNya. Perlombaan di dunia  acapkali diadakan  dalam  bidang sains, matematika, bahasa asing yang  peminatnya banyak apalagi terpampang jelas hadiahnya jutaan rupiah walaupun lomba-lomba tahfidz dan dai cilik sedang digalakkan agar  menjadi ajang yang bergengsi dalam menebar kebaikan.

Tertarikkah, orang beriman dalam perlombaan yang Allah isyaratkan di dalam alqur’an “…Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan… ” (Al Baqarah : 148)

Tidak semua manusia respek dengan perlombaan akhirat. Nyatanya masih banyak yang berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunannya. Fenomena gonta-ganti mobil bagi kalangan berduit sampai memamerkan kekayaannya dengan koleksi mobil antik. Bagi ibu-ibu ada yang berlomba dalam penampilan dan dandannannya dari tas, sepatu bahkan isi perabot rumah yang semuanya tidak meningkatkan  kedekatannya  kepada Sang Pemberi Rizqi, nauzubillah min dzalik.

Hasan al-Basri Rahimahullah berkata, ” Jika engkau melihat orang lain menggunggulimu dalam hal dunia, maka kalahkanlah ia dalam akhirat ”

Bonus dari Allah dalam bulan Muharram, tidak kalah menarik.

” Allah memberikan keistimewaan untuk empat bulan di antara bulan-bulan yang ada ( Dzul qo’dah, Dzul hijjah, Muharram, Rajab ) diagungkan dan dimuliakan bulan itu. Dijadikan dosa dan amal ibadah yang dilaksanakan menjadi lebih besar ganjaran dosa dan pahalanya” (Tafsir Ath thabari 14/238).

Keistimewaan ini tidak ada di bulan, selain empat bulan haram ini. Maka gunakan kesempatan bulan Muharram ini untuk menjauhi maksiat karena balasannya jadi berlipat tapi kejarlah dengan berlomba-lomba dalam kebaikan agar mendapat pahala yang meningkat dan menjadi hamba yang thoat.

Mari kita isi bulan Muharram ini dengan amaliyah yang telah dicontohkan Rasulullah. Hindarkan amaliyah yang mengandung kesyirikan dan kemaksiatan yang masih dilakukan masyarakat kita.

“Berpuasalah kalian pada 10 Muharram di tambah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya untuk membedakan dengan puasanya orang yahudi” (HR. Ahmad dan Khuzaimah dalam shohihnya).

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda, ” Puasa dan Alqur’an akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak…. ” (HR.Ahmad, Al Hakim dari Abdullah bin Amr).

Derajat seseorang di surga tergantung bacaan terakhir yang dia baca dan dia hafal. Dengan tilawah, banyak yang kita bisa dapatkan. Teruslah belajar…sungguh rugi kiranya ketika seseorang menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan pahala ini. Bagi yang tilawahnya masih terbata, Allah hadiahkan dua pahala, yaitu atas bacaannya dan juga atas usahanya untuk belajar.

Sabda Rasulullah, “Orang yang mahir membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia,sedangkan yang membaca terbata-bata dan mengalami kesulitan dalam membacanya, maka dia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim ).

Banyak amaliyah yang bisa kita lakukan untuk mendekatkan diri pada Allah dan menjadi pengikat untuk amalan lainnya insyaAllah.

Semoga tulisan ini menjadi penyemangat untuk diri ini yang terus belajar dan membawa manfaat insyaAllah.

Barakallah fiikum.

—————————–

Penulis: Ummu Azka

About pks

No information is provided by the author.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>