Islam di Jepang, Ramadhan, Seri Kehidupan di Jepang, Tausyiah

Merengguk Berkah Ramadhan di Negeri Bertabur Sakura

Hidup dengan tenang dan damai adalah harapan setiap orang di muka bumi ini. Terlepas dimana kita ditempatkan Allah untuk menjadi hambaNya yg selalu menebarkan benih demi benih kebaikan, menjadi manfaat untuk sesama manusia, sesama makhluk ciptaan Allah yg tidak lain adalah sebagai khalifah di muka bumi ini.

Sama seperti siang itu setahun yang lalu ketika pertama kali kami menginjakkan kaki disini, menyusuri sepanjang sungai yg airnya sangat jernih, mengalir dengan tenang dengan barisan pohon sakura yg daunnya sudah berwarna hijau menandakan berakhirnya musim semi dan awal musim panas segera datang.  disepanjang tepi sungai dan barisan pegunungan diujung mata memandang. sembari mengayuh kaki..bercengkrama diatas sepeda favorit keluarga kami. sambil sesekali bertasbih atas indahnya bumi ciptaan Allah. berharap suatu saat diujung tepi sungai, dipinggiran pohon sakura yg menembus jalan besar tempat orang2 berlalu lalang itu berdiri sebuah bangunan kokoh yg setiap 5 waktu sekali berkumandang suara merdu seorang “muadzin”. ya, diujung stasiun di dekat delta “kamogawa” yg menjadi tempat setiap orang beristirahat, menghilangkan penat, bermain dgn anak2 sambil menunggu matahari terbenam.

Kemudian kembali mengayuhkan sepeda dengan membonceng khas penduduk negeri sakura ini, satu anak di belakang dan didepan untuk anak yg lebih kecil dengan tetap  bercengkrama sambil mengucapkan lafaz tasbih..maha suci Allah yg menciptakan negeri ini. negeri yg disini mnjadi tempat tumbuhnya bunga2 sakura..menjadi kebahagiaan bagi setiap orang yg melihatnya.

Akhirnya ayuhan kaki kami sampai juga ke sebuah bangunan sederhana yg berbentuk rumah 2 tingkat, dgn bangunan yg nyaris habis tanpa halaman disebuah lorong dipinggiran jalan besar. Terlihat sebuah tulisan “kyoto Muslim Association”. hampir sama dgn sebuah islamic centre disebuah universitas dinegri kangguru, tempat dimana kami pertama kali memanjangkan kaki mengikuti Takdir dariNYA. Beberapa warga muslim asal tanah air kita juga menyebutnya “mesjid kyoto” walau gedung ini hanya buka diwaktu2 shalat tertentu dan hari2 tertentu saja, tapi kami tetap bersyukur menemukan tempat ini. melihat sajadah yg terlipat, dgn beberapa buah alquran yg tersusun rapi.

Kyoto muslim Association yg juga biasa disingkat “KMA” menjadi tempat utama berkumpulnya masyarakat muslim dari berbagai negara, mulai dr muslim timur tengah sampai beberapa negara tetangga kita di indonesia. Walau hanya ruang kecil yg tidak cukup untuk menampung semua warga muslim kyoto, tapi tempat ini cukup memberikan manfaat untuk kami disini. selain shalat 5 waktu juga shalat jumat, tempat ini juga menjadi wadah bagi kami untuk berkumpul di aktifitas “pekanan” tilawah bersama, saling setor hafalan, mendengarkan taujih dan berdiskusi tidak jauh beda dgn sebuah mushola ditengah2 kampus dinegri kita tercinta.

Pun tak kalah serunya ketika bulan yg penuh berkan itu datang, Marhaban ya ramadhan marhaban ya Syahrul Qur’an..

Disinilah semuanya bermula, dimulai dari kegiatan tarhib ramadhan sepekan sebelum tgl 1 ramadhan yg dihadiri oleh sebagian besar muslim tanah air. makan siang bersama dgn menu beragam khas negeri tercinta, membuat sedikit mengobati kerinduan terhadap kampung halaman. Kemudian ada buka bersama di setip akhir pekan dan yg lebih istimewa lagi adalah ifthar party. Buka bersama dgn seluruh ummat islam yg ada di kyoto, menampilkan menu masakan khas masing2 dari tiap negara dan yang paling khas adalah mengundang warga nihonjin. ya, warga jepang yang punya hubungan kelembagaan dengan warga muslim di kyoto. Di acara ini sangat terasa sekali betapa negeri kita kaya dengan rempah2 dan khas masakan dari setiap suku yg ada di indonesia. Dan dari sekian banyaknya menu masakan yg sudah tertata dengan rapi, masakan negeri kitalah yang paling banyak porsi dan ragamnya. Mulai dari aneka kue, jajanan pasar hingga olahan daging, ayam dan tempe. Terlihat betapa antusiasnya pengunjung baik dari kalangan nihonjin maupun dari negara lainnya yg mampir ke stand kita. Berharap acara ini juga menjadi pembuka pintu hidayah untuk mereka, untuk masyarakat jepang yang nota bene tidak beragama.

Selain itu mari kita lihat ada kegiatan apa selama ramadhan selain ifthar bersama. Tarawih dan tadarus masih tetap menjadi kegiatan rutin utama setiap malam di mesjid kyoto. Sedangkan khusus untuk muslim indonesia, ada tadarus online yg dilaksanakan setiap ba’da subuh selama 1 jam, baik di grup ikhwan (laki2) maupun akhwat (perempuan). Kemudian ada program tilawah “One day one juz ” versi kyoto. Dimana setiap orang yang sudah bisa membaca alquran berkumpul dalam satu grup secara online dan membaca tilawah qur’annya stp hari minimal 1 juz perhari dan melaporkannya kepada ketua penyelenggara odoj special ramadhan di kyoto sebelum pukul 00 malam. Program ini sangat mendorong setiap orang khususnya kalangan students yang juga disibukkan dengan tugas2 kuliah maupun para ibu rumahtangga sembari mengurus anak2nya. Tapi tekad itu tetap kuat, untuk sama2 ber-fastabiqul khairat khatam alqur’an minimal 1x selama bulan ramadhan. Ada juga program BBQ belajar baca qur’an online via skype untuk mereka yang masih memulai belajar alquran dari dasar terutama bagi para ibu2 mix couple, mereka yang menikah dengan laki2 warga jepang. Kemudian ada grup Tahfidz qur’an mulai dari surat an-nas sampai tak terhisesuai kesanggupan setiap peserta. Ya semua dilakukan secara online mengingat jarak yang cukup jauh dan menghabiskan banyak waktu untuk temu darat bagi setiap warga muslim indonesia di kyoto.

Lalu bagaimana dengan back up generasi2 kita di kota ini? semuanya dikembalikan ke keluarga masing2, setiap orang tua memegang peranan penting untuk mendidik anak2 mereka karena minimnya gedung islamic centre, kecilnya ukuran rumah yang ditempati serta faktor jarak yang cukup jauh untuk saling bertemu.

Satu hal lagi, ramadhan kali ini bertepatan dengan musim panas, dimana waktu siang lebih panjang dari malam. lama puasa sekitar 16jam dengan kondisi terik matahari yang cukup menyengat. Semoga kekuatan tekad ini mendapat ridho dari Allah swt, karena hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan. Memohon kekuatan dalam menahan hawa nafsu dibawah teriknya matahari dikota ini, kota seribu temple di negeri yang bertabur sakura ini.

Pererat silaturahim, kokohnya ukhuwah, itulah sebagian dari keberkahan ramadhan yang dirasakan setiap warga muslim disini. Ibarat sebuah keluarga besar, berkumpul dalam sebuah majlis dzikir walau hanya sepekan sekali, menyiapkan menu berbuka puasa bersama bagi para ibu adalah sebuah hal yang luar biasa yang tidak bisa dirasakan di negeri sendiri.

Selain itu ada pelajaran berharga tentang kekuatan jiwa, kekuatan jasad selama menjalankan ibadah puasa dengan tetap menjalankan aktifitas rutin sebagai students, sebagai pekerja dan sebagai ibu rumah tangga yang harus menyelesaikan semua pekerjaan rumah dengan seorang diri.

Semoga Ramadhan ini membawa keberkahan untuk semua makhlukNYA. Untuk air sepanjang sungai kamogawa yang dilewati setiap orang menuju rumah Allah tempat dimana kalimah tasbih hanya untukNYA. Untuk masyarakat sekitar yang turut merasakan ifthar bersama dan untuk mereka yang dengan semangat luar biasa dalam belajar ber-islam dengan kondisi yang seadanya. Dan semoga ampunan dan Rahmat Allah selalu bersama mereka yang menebar bibit2 kebaikan dimanapun berada, yang mencoba memberikan manfaat untuk semua makhlukNYA di negeri ini..negeri bertabur sakura.

Photo by shikeroku

Photo by AnneCN

About pks

No information is provided by the author.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>